Kepanikan ribuan warga yang bermukim di dekat Gunung Sinabung, berketinggian 2.460 meter, kembali terjadi. Gunung Sinabung meletus yang semula diperkirakan tidak akan meletus, pada pukul 00.00 WIB mengeluarkan lava dan kabut disertai abu.
“Ini diluar perkiraan kami dan tim Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana Geologi,” ungkap Untungta kepada Tempo, Minggu (29/8) dinihari, melalui sambungan telepon. Sebelumnya, Untungta beserta pejabat Pemkab Tanah Karo, Sabtu (28/8) kemarin, telah melakukan sosialisasi kepada warga mengenai keamanan Gunung Sinabung.
“Karena ini masuk gunung tipe B, aktif normal, dan sejak 400 tahun lalu tak ada lagi letusan,” kata Untungta. “Mungkin ini kehendak yang kuasa,” lanjut Untungta yang mengaku baru saja tiba di Medan sehabis melakukan sosialisasi kepada warga di kawasan Gunung Sinabung, memiliki ketinggian 2.460 meter.
Kepanikan ribuan warga yang bermukim di dekat Gunung Sinabung, berketinggian 2.460 meter, kembali terjadi. Gunung Sinabung yang semula diperkirakan tidak akan meletus, pada pukul 00.00 WIB mengeluarkan lava dan kabut disertai abu.
Awalnya diasumsikan, gunung berapi itu tidak akan meletus. Hingga warga diminta kembali ke rumah masing-masing. Warga yang mengungsi sejak Jumat malam lalu, berasal dari kecamatan yang berdekatan dengan Gunung Sinabung, Kecamatan Naman Teran dan Kecamatan Payung.
Evakuasi hingga saat ini masih dilakukan. Sekretaris Satuan Pelaksanaan Penanggulangan Bencana dan Pengungsi Kabupaten Tanah Karo, Suang Kaban mengatakan, evakuasi kepada warga hingga pukul 01.00 WIB masih berlangsung. “Satu unit bus disediakan dan sudah bolak-balik (pulang-pergi),” ( Lagit Berita )
RSS Feed
Twitter

0 komentar:
Poskan Komentar